Rabu, 25 Mei 2016


KRITERIA MASALAH

            Peristiwa atau masalah yang muncul dalam perusahaan baik dari internal maupun eksternal memiliki nilai pengaruh dan dampaknya masing-masing. Seorang pengusaha harus cermat dalam memahami suatu masalah, apakah masalah tersebut berdampak buruk atau tidak kepada perusahaannya? Apakah akan mengancam perusahannya? Apakah masalah tersebut perlu diperhatikan?. Semua keputusan tergantung pada pihak yang berwenang di perusahaan tersebut untuk menentukan kebijakannya. Namun, untuk memudahkan dalam mengkriterikan peristiwa atau masalah yang muncul, berikut adalah penjelasan mengenai kriteria-kriteria peristiwa atau masalah yang perlu kita ketahui dan pahami:
           
1. Kejadian sering, dampaknya kecil
            Jika suatu peristiwa masalah memiliki frekuensi kejadiannya sering terjadi, tapi memiliki dampak yang kecil. Hal ini tidak perlu ditanggapi dengan serius. Bisa dikatakan pada kriteria ini memang menjadi hal yang rutin terjadi pada waktunya.
Contoh: seperti contoh kecilnya, krisis keuangan untuk kebutuhan sehari-hari pada akhir bulan. Karena gajian bulanan selalu datang di awal bulan, dan biaya kebutuhan terkadang habis sebelum masa gajian turun. Padahal semua list kebutuhan telah diperkirakan, tapi selalu saja ada kebutuhan mendadak yang perlu dipenuhi. Sehingga pada masa akhir bulan selalu terjadi krisis keuangan untuk kebutuhan.

2. Jarang Terjadi, bila terjadi berbahaya
            Pada kriteria kedua ini, perlu kita dipahami dengan baik. Masalah atau peristiwa yang muncul jarang terjadi atau tidak bisa diperkirakan kemunculannya (sepontan) dan memiliki dampak bahaya yang besar bila terjadi. Biasanya kriteria ini terjadi seperti bencana alam, kebakaran, kesalahan teknis dan lainnya.
Contoh : bencana alam Tsunami di Aceh merupakan peristiwa yang jarang sekali terjadi. Namun memiliki dampak yang luas pada keselamatan penduduk dan kehidupan sosial dan ekonomi di Aceh.

3. Sering terjadi, dampaknya besar
            Kemudian pada kriteria ini, memiliki pengaruh yang serius bila terjadi. Sebab peristiwa atau masalah yang terjadi sering terjadi dan memiliki dampak pengaruh yang besar. Sedangkan penangganannya itu sendiri perlu dilakukan dengan cara yang efektif.
            Contoh : Gambaran umumnya seperti tindakan korupsi di kalangan pemerintahan Indonesia. Peristiwa korupsi itu sendiri yang sering terjadi yang tidak hanya terjadi di wilayah pemerintahan pusat Jakarta. Namun, juga terjdai di belahan provinsi Indonesia. Sedangkan dampak dari korupsi itu sendiri cukup besar bagi pembangunan negara dan terhambatnya kesejahteraan sosial di masyarakat. Karena yang seharusnya rakyat menikmati uang negara untuk mencapai kesejahteraan hidup, justru digunakan secara pribadi oleh oknum pemerintah.

4. Jarang terjadi, dampaknya kecil
            Selain bagian pertama di atas, pada bagian ini juga dapat dikatakan gejala masalah yang tidak perlu dianggap serius dan bisa dikatakan juga sebagai masalah yang terjadi secara rutinan dan tidak ada potensi dampak yang serius kepada lembaga.
Contoh: pada hari buruh, hampir seluruh buruh di Indonesia melakukan unjuk rasa untuk menuntut hak kenaikan gaji mereka sebagai buruh dan meminta kebijakan-kebijakan lainnya kepada pemerintah. Peristiwa ini hanya terjadi setiap tahunnya. Namun, dampak kepada lembaga perusahaan dan pemerintah itu sendiri kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar