KRITERIA MASALAH
Peristiwa atau masalah yang muncul dalam perusahaan
baik dari internal maupun eksternal memiliki nilai pengaruh dan dampaknya
masing-masing. Seorang pengusaha harus cermat dalam memahami suatu masalah,
apakah masalah tersebut berdampak buruk atau tidak kepada perusahaannya? Apakah
akan mengancam perusahannya? Apakah masalah tersebut perlu diperhatikan?. Semua
keputusan tergantung pada pihak yang berwenang di perusahaan tersebut untuk
menentukan kebijakannya. Namun, untuk memudahkan dalam mengkriterikan peristiwa
atau masalah yang muncul, berikut adalah penjelasan mengenai kriteria-kriteria
peristiwa atau masalah yang perlu kita ketahui dan pahami:
1.
Kejadian sering, dampaknya kecil
Jika suatu peristiwa masalah
memiliki frekuensi kejadiannya sering terjadi, tapi memiliki dampak yang kecil.
Hal ini tidak perlu ditanggapi dengan serius. Bisa dikatakan pada kriteria ini
memang menjadi hal yang rutin terjadi pada waktunya.
Contoh:
seperti contoh kecilnya, krisis keuangan untuk kebutuhan sehari-hari pada akhir
bulan. Karena gajian bulanan selalu datang di awal bulan, dan biaya kebutuhan
terkadang habis sebelum masa gajian turun. Padahal semua list kebutuhan telah
diperkirakan, tapi selalu saja ada kebutuhan mendadak yang perlu dipenuhi. Sehingga
pada masa akhir bulan selalu terjadi krisis keuangan untuk kebutuhan.
2.
Jarang Terjadi, bila terjadi berbahaya
Pada kriteria kedua ini, perlu kita
dipahami dengan baik. Masalah atau peristiwa yang muncul jarang terjadi atau
tidak bisa diperkirakan kemunculannya (sepontan) dan memiliki dampak bahaya yang besar bila terjadi. Biasanya kriteria ini terjadi seperti bencana alam,
kebakaran, kesalahan teknis dan lainnya.
Contoh
: bencana alam Tsunami di Aceh merupakan peristiwa yang jarang sekali terjadi. Namun
memiliki dampak yang luas pada keselamatan penduduk dan kehidupan sosial dan
ekonomi di Aceh.
3.
Sering terjadi, dampaknya besar
Kemudian pada kriteria ini, memiliki
pengaruh yang serius bila terjadi. Sebab peristiwa atau masalah yang terjadi
sering terjadi dan memiliki dampak pengaruh yang besar. Sedangkan penangganannya
itu sendiri perlu dilakukan dengan cara yang efektif.
Contoh : Gambaran umumnya seperti
tindakan korupsi di kalangan pemerintahan Indonesia. Peristiwa korupsi itu
sendiri yang sering terjadi yang tidak hanya terjadi di wilayah pemerintahan
pusat Jakarta. Namun, juga terjdai di belahan provinsi Indonesia. Sedangkan dampak
dari korupsi itu sendiri cukup besar bagi pembangunan negara dan terhambatnya
kesejahteraan sosial di masyarakat. Karena yang seharusnya rakyat menikmati uang
negara untuk mencapai kesejahteraan hidup, justru digunakan secara pribadi oleh
oknum pemerintah.
4. Jarang terjadi, dampaknya kecil
Selain bagian pertama di atas, pada
bagian ini juga dapat dikatakan gejala masalah yang tidak perlu dianggap serius
dan bisa dikatakan juga sebagai masalah yang terjadi secara rutinan dan tidak
ada potensi dampak yang serius kepada lembaga.
Contoh:
pada hari buruh, hampir seluruh buruh di Indonesia melakukan unjuk rasa untuk
menuntut hak kenaikan gaji mereka sebagai buruh dan meminta kebijakan-kebijakan
lainnya kepada pemerintah. Peristiwa ini hanya terjadi setiap tahunnya. Namun,
dampak kepada lembaga perusahaan dan pemerintah itu sendiri kecil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar